Problematika dan
persoalan hidup merupakan hal yang paling tidak diharapkan hadir dalam
kehidupan kita, bahkan hal tersebut bisa datang dengan sendirinya tanpa harus
dicari dan diundang kedatangannya. Problematika dan berbagai persoalan hidup
pasti akan menghampiri, karena hidup dan persoalannya adalah sunnatullah
yang berlaku pasti di dunia ini, sebagaimana firman-Nya:
“Sungguh, Kami telah
menciptakan manusia berada dalam susah payah.” -Q.S. Al-Balad: 4.
Ayat di atas adalah
pembenaran berlakunya sunnatullah tersebut. Meskipun demikian, keniscayaan
hidup dan problematikanya tidak bisa dijadikan alibi yang bisa membenarkan kita
untuk mengeluh. Justru, dengan adanya keniscayaan itu, membuat kita mempunyai
lahan untuk menuai pahala dan menunjukkan kualitas diri di hadapan Allah SWT.
Tanpa problematika, kehidupan tidak akan berjalan dinamis , sebab problematika
adalah bahan pokok penggerak dinamika roda kehidupan.
Arnold Twenby berkata
bahwa ketenangan akan melenyapkan peradaban. Artinya, Problem kehidupan
sebenarnya sesuatu yang sangat baik bagi manusia, walaupun terkadang hadir
dalam bentuk yang menyakitkan. Setiap prestasi yang berhasil diraih sebenarnya
merupakan hasil dari pemecahan masalah. Orang yang mampu memecahkan masalah
adalah orang yang kuat, karena dia sudah terlatih untuk menyelesaikan dan
memecahkan masalah. Begitu pula sebaliknya, orang yang tidak pernah mengalami
masalah, baik secara mental maupun spiritual seperti orang yang tidak pernah
berolahraga, sehingga dia tumbuh menjadi pribadi yang rapuh dan mudah hancur.
Kekuatan seseoarang
sebenarnya terbentuk dari rangkaian peristiwa yang telah dilaluinya. Dalam
untaian peristiwa itu, problematika dan persoalan hidup tidak mungkin pernah absen
dari keseharian manusia, sebab baik dan buruk, manis dan getir, suka dan duka,
senyum dan tangis adalah warna mutlak di atas hamparan kanvas kehidupan dunia.
Dinamika penuh warna itulah yang justru akan menjalin harmoni keindahan hidup.
- Buku:
Abu Firly Bassam Taqiy, 2009, Agar Allah Selalu
Memberi Jalan Keluar, Hikam Pustaka, Jogjakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar