Sabtu, 26 Oktober 2013

Problematika Roda Penggerak Kehidupan

Problematika dan persoalan hidup merupakan hal yang paling tidak diharapkan hadir dalam kehidupan kita, bahkan hal tersebut bisa datang dengan sendirinya tanpa harus dicari dan diundang kedatangannya. Problematika dan berbagai persoalan hidup pasti akan menghampiri, karena hidup dan persoalannya  adalah sunnatullah yang berlaku pasti di dunia ini, sebagaimana firman-Nya:

“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.” -Q.S. Al-Balad: 4.

Ayat di atas adalah pembenaran berlakunya sunnatullah tersebut. Meskipun demikian, keniscayaan hidup dan problematikanya tidak bisa dijadikan alibi yang bisa membenarkan kita untuk mengeluh. Justru, dengan adanya keniscayaan itu, membuat kita mempunyai lahan untuk menuai pahala dan menunjukkan kualitas diri di hadapan Allah SWT. Tanpa problematika, kehidupan tidak akan berjalan dinamis , sebab problematika adalah bahan pokok penggerak dinamika roda kehidupan.

Arnold Twenby berkata bahwa ketenangan akan melenyapkan peradaban. Artinya, Problem kehidupan sebenarnya sesuatu yang sangat baik bagi manusia, walaupun terkadang hadir dalam bentuk yang menyakitkan. Setiap prestasi yang berhasil diraih sebenarnya merupakan hasil dari pemecahan masalah. Orang yang mampu memecahkan masalah adalah orang yang kuat, karena dia sudah  terlatih untuk menyelesaikan dan memecahkan masalah. Begitu pula sebaliknya, orang yang tidak pernah mengalami masalah, baik secara mental maupun spiritual seperti orang yang tidak pernah berolahraga, sehingga dia tumbuh menjadi pribadi yang rapuh dan mudah hancur.

Kekuatan seseoarang sebenarnya terbentuk dari rangkaian peristiwa yang telah dilaluinya. Dalam untaian peristiwa itu, problematika dan persoalan hidup tidak mungkin pernah absen dari keseharian manusia, sebab baik dan buruk, manis dan getir, suka dan duka, senyum dan tangis adalah warna mutlak di atas hamparan kanvas kehidupan dunia. Dinamika penuh warna itulah yang justru akan menjalin harmoni keindahan hidup.


-      Buku:
Abu Firly Bassam Taqiy, 2009, Agar Allah Selalu Memberi Jalan Keluar, Hikam Pustaka, Jogjakarta.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar